THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Senin, 07 Juni 2010

Wakil Walikota Balikpapan


H.M. RIZAL EF

Walikota Balikpapan


H. IMDAAD HAMID

FAsilitas Keamanan

Fasilitas Ibadah

Fasilitas Restaurant Balikpapan


Bumahai

Fasilitas Hotel


JL Brigjen Ery Suparjan No 2 Balikpapan
0542-820820

Transportasi

Sarana dan prasarana cukup memadai, ini ditandai dengan banyaknya kendaraan wajib uji, banyaknya angkutan bus serta angkutan lainnya yang beroperasi di wilayah ini dan dengan tersedianya terminal antar kota disepanjang kondisi jalan yang beraspal.



Beberapa terminal yang ada diwilayah Kota Balikpapan, salah satu diantaranya difungsikan sebagai terminal antar kota yang lokasinya berada di Km.3,5 (Jalan Soekarno - Hatta) dan yang lainnya adalah Terminal Kampung Baru, Terminal Khusus Taxi Airport Sepinggan dan Terminal Balikpapan Permai.

Pelabuhan Balikpapan


Pemerintah kota Balikpapan mempunyai beberapa buah pelabuhan dan fungsinya berlainan. Pelabuhan umum di Balikpapan dikelola oleh PERUM Pelabuhan V cabang Balikpapan, sedangkan pelabuhan PERTAMINA untuk kegiatan exploitasi dan expor minyak dikelola oleh PERTAMINA daerah Kalimantan, pelabuhan PT. ITCI pengelolaan dan fungsinya sebagai pelayanan angkutan barang dan angkutan penumpang khusus bagi karyawan PT.ITCI dan pelabuhan Somber untuk feri yang dikelola oleh LLASDP.
 



Airport...!!

Bandara Udara


Kota Balikpapan terdapat sebuah pelabuhan udara yang bertaraf Internasional bernama Sepinggan, merupakan bandara tersibuk ke-2 di Indonesia dalam hal lalu lintas pesawat setelah Bandara Internasional Cengkareng Soekarno - Hatta di Jakarta yang dapat disinggahi pesawat udara berbadan lebar, yang datang dan pergi baik dari dalam negeri maupun luar.



Kilang Minyak II




Kilang Minyak

Potensi Kota


*Kilang Minyak


Kilang minyak Balikpapan terdiri dari areal kilang, yaitu Kilang Balikpapan I dan Kilang Balikpapan II.
 Kilang Balikpapan I terdiri dari :
2 Unit pengilangan minyak kasar (mentah). Hasil dari unit ini adalah Naphta, kerosene, gasoline, diesel, dan residue.
1 Unit penyulingan hampa (High Vacuum Unit) hasil unit ini adalah : parafinic oil destilate (POD), yang dipakai untuk bahan baku untuk 1 unit pabrik lilin dengan kapasitas 100 ton lilin perhari.
Lilin yang dihasilkan terdiri dari berbagai jenis (grade) yang dipasarkan didalam negeri maupun keluar negeri.
 


Kilang Balikpapan II terdiri dari :

Kilang ini diresmikan tanggal 1 Nopember 1983, terdiri dari dua kelompok kilang, yaitu : Kilang Hydroskiming dan kelompok Kilang Hydrocracking. Hasil dari kilang balikpapan II ini adalah : gas (refinery gas), LPG, Naphta, kerosene, diesel, dan residue.
 

Minggu, 06 Juni 2010

Arti Gambar dan Lambang Daerah Kota Balikpapan


1.Bentuk Lambang => Perisai

2.Perisai=>Perlindungan dalamperjuangan mencapai cita” revolusi Indonesia

3.Warna Hijau Daun =>Kemakmuran

4. Warna Putih=> Kesucian

5. Warna Merah =>Keberanian
6.Warna Kuning Emas=>Keluhuran

7.Warna Biru Muda=>Ketentraman
8.Manuntung=>Tabah Sampai Akhir


9.Bintang Segi Lima=>Pancasila
10.Tangga, Padi, Kapas, Roda dan Kilang =>Sumber Inspirasi dan Aspirasi Untuk Membangun

11.Dua Buah Layar=>Pintu Gerbang Kalimantan Timur

12.Perahu dengan Dua Buah Lengkungan Layar Bagian Bawah=>Latar Belakang Geografis

14.Telabang=>Pertahanan dan Kebudayaan

15Kilang dan Teluk di bawah Lekukan Layar=>Mengesankan Ciri Khas Kota Balikpapan

16.Bunga Dan Daun Kapas=>Berjumlah 21

17.Telabang=>Berjumlah 1

18.Butir Padi=>Berjumlah 60

Senin, 31 Mei 2010

Visi Misi Kota Balikpapan

Visi Kota Balikpapan

Terwujudnya Balikpapan sebagai kota industri, perdagangan, jasa dan
pariwisata yang didukung oleh penyelenggaraan tata pemerintahan yang
baik (Good Governance) dan masyarakat yang beriman, sejahtera,
religius dan berperadapan maju (Madinatul Iman)


Misi Kota Balikpapan

*Mewujudkan sumber daya manusia yang beriman, sehat jasmani dan memiliki daya saing dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

*Mewujudkan tersedianya infrastruktur kota yang mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan fungsi kota di masa depan.

*Mewujudkan kondisi kota yang layak huni dan berwawasan lingkungan.

*Mewujudkan perekonomian kota yang berorientasi kepada pengembangan potensi ekonomi kerakyatan dan pengembangan basis ekonomi kota di masa depan.

*Mewujudkan penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik (Good Governance)

*Mewujudkan penegakan hukum yang menjamin keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat.

Asal Usul Balikpapan




Nama Balikpapan kurang jelas kapan berasal dan apa makna nama itu. Menilik susunan katanya dapat dimasukkan ke dalam asal kata bahasa Melayu.
Terdapat beberapa versi terkait dengan asal-usul nama Balikpapan :

Versi Pertama:(Sumber : Buku 90 Tahun Kota Balikpapan yang mengutip buku karya F. Valenijn tahun 1724)
     Menurut legenda asal nama Balikpapan adalah karena sebuah kejadian yang terjadi pada tahun 1739, sewaktu dibawah Pemerintahan Sultan Muhammad Idris dari Kerajaan Kutai, yang memerintahkan kepada pemukim-pemukim di sepanjang Teluk Balikpapan untuk menyumbang bahan bangunan guna pembangunan istana baru di Kutai lama. Sumbangan tersebut ditentukan berupa penyerahan sebanyak 1000 lembar papan yang diikat menjadi sebuah rakit yang dibawa ke Kutai Lama melalui sepanjang pantai. Setibanya di Kutai lama, ternyata ada 10 keping papan yang kurang (terlepas selama dalam perjalanan) dan hasil dari pencarian menemukan bahwa 10 keping papan tersebut terhanyut dan timbul disuatu tempat yang sekarang bernama "Jenebora". Dari peristiwa inilah nama Balikpapan itu diberikan (dalam istilah bahasa Kutai "Baliklah - papan itu" atau papan yang kembali yang tidak mau ikut disumbangkan).

Versi Kedua :( Sumber : Legenda rakyat yang dimuat dalam buku 90 Tahun Kota Balikpapan )
      Menurut legenda dari orang-orang suku Pasir Balik atau lazim disebut Suku Pasir Kuleng, maka secara turun menurun telah dihikayatkan tentang asal mula nama "Negeri Balikpapan". Orang-orang suku Pasir Balik yang bermukim di sepanjang pantai teluk Balikpapan adalah berasal dari keturunan kakek dan nenek yang bernama " KAYUN KULENG dan PAPAN AYUN ". Oleh keturunannya kampung nelayan yang terletak di Teluk Balikpapan itu diberi nama "KULENG - PAPAN" atau artinya "BALIK - PAPAN" (Dalam bahasa Pasir, Kuleng artinya Balik dan Papan artinya Papan) dan diperkirakan nama negeri Balikpapan itu adalah sekitar tahun 1527.